Ijazah Ilmu Atau Akhlaq Dari Seorang Guru Melalui Internet Atau Media Sosial

Ijazah Ilmu Atau Akhlaq Dari Seorang Guru Melalui Internet Atau Media Sosial

Karena pentingnya suatu ilmu dan akhlaq dalam islam, maka ilmu dan akhlaq yang didapatkan harus didapat dari guru yang memiliki sanad keilmuan dan akhlaq sampai pada Rasulullah. Sehingga barakah, nur dan sir dari ilmu dan akhlaq yang didapat oleh seorang murid akan tampak dan dapat dirasakan oleh seorang murid, berikut pembahasannya

Bagaimana hukum mengambil ijazah ilmu atau akhlaq dari seorang guru melalui internet atau media sosial? Apakah juga termasuk mengambil keberkahan dari ijazah tersebut.

Jawaban:

Pertama, saya akan menjelaskan terlebih dahulu pengertian ijazah, diterangkan dalam kitab Al-Itqan fi ‘Ulumil Qur'an lil Imam Suyuthi. Ijazah adalah suatu tanda perizinan yang diberikan seorang guru kepada muridnya untuk meriwayatkan apa yang telah dipelajari dan kemudian diambil dari guru tersebut. Sedangkan menurut Imam Nawawie dalam kitab TadariburRawi, ijazah adalah upaya mengambil sanad ilmu dan akhlaq dari pada seorang guru.

Ditinjau dari pengertiannya, maka letak permasalahan dari ijazah adalah ijab qabulnya antara yang memberi dan menerima, yang mana kaitannya dengan ijazah tersebut adalah ilmu dan akhlaq. Dan antara yang memberi ijazah dan yang menerima harus berada dalam satu tempat serta berhadapan tidak termasuk syarat rukun dan sahnya ijazah ilmu dan akhlaq, karena berbeda dengan aqad nikah. Sehingga dalam hal ini internet atau media social merupakan satu wasilah (perantara) dari berbagai macam wasilah untuk membentuk irtibath atau hubungan kepada seorang guru dan dalam hal ini tentunya yang lebih utama adalah apabila langsung berhadapan atau bertalaqqi atau bertatap muka antara yang memberi dan yang menerima ijazah untuk lebih memuliakan ilmu dan akhlaq.

Apakah juga akan dapat barakah, apabila ijazah tersebut melalui internet atau media sosial?
Masalah barakah atau tidaknya, letak permasalahannya adalah seberapa besar keyakinan dan ta'alluq yang menerima ijazah terhadap pemberi ijazah, sehingga kuat lemahnya, besar kecilnya keyakinan dan ta'alluq yang menerima ijazah akan berpengaruh terhadap kuat lemahnya hubungan batin atau rohani yang menerima terhadap yang memberi ijazah, dan kuat lemahnya hubungan rohani akan berpengaruh terhadap sir dan nur yang diijazahkan, dan kuat lemahnya sir dan nur itu akan berpengaruh terhadap besar kecilnya barakah yang diijazahkan.

Demikian penjelasan ijazah ilmu dan akhlaq, semoga bermanfaat dan barakah. والله اعلم

Oleh Ustadz Abdul Qadir bin Zainuddin Hafidhahullaah

Baca Juga: Cara Mendudukkan Pandangan Untuk Diri Sendiri

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Ijazah Ilmu Atau Akhlaq Dari Seorang Guru Melalui Internet Atau Media Sosial"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel