Empat Golongan Manusia Dalam Kebaikan

Empat Golongan Manusia Dalam Kebaikan

Dalam kehidupan manusia selalu memiliki bermacam-macam tingkah laku dalam perbuatannya. Sehingga hal tersebut menjadikan bermacam-macam golongan atau kelompok. Ada empat golongan manusia dalamkebaikan menurut satu ungkapan bijak. Maka pilihlah kelompok yang terbaik dari empat golongan tersebut sehingga kita menjadi orang yang bermanfaat dan orang yang beruntung di dunia dan akhirat .

Sebuah ungkapan bijak mengatakan :


النَّاسُ فِى الخَيْرِ عَلَى أَرْبَعَةِ أَقْسَامٍ مَنْ فَعَلَهُ اِبْتِدَاءً فهو كَرِيْمٌ وَمَنْ فَعَلَهُ اِقْتِدَاءً فَهُوَ حَكِيْمٌ وَمَنْ تَرَكَهُ حِرْمَاناً فَهُوَ شَقِيٌّ وَمَنْ تَرَكَهُ اِسْتِحْسَاناً فَهُوَ غَبِيٌّ

Manusia dalam kaitannya dengan kebaikan ada empat macam:

Pertama, Orang yang berbuat baik pertama kali. 

Orang semacam ini disebut orang yang mulia. Orang yang memulai, pencetus sebuah kebaikan. Marilah kita belajar memulai kebaikan dari diri kita sesuai dengan pengetahuan yang kita dapatkan. Kalau untuk menjadi yang pertama bagi kita terasa berat, mengapa tidak menjadi yang nomor dua?

Kedua, Orang yang melakukan kebaikan atas dasar iqtidaa`an (meniru). 

Meneladani pendahulunya, mencontoh kebaikan yang diwariskan oleh generasi sebelumnya. Kategorinya sebagai orang yang bijaksana. Walau tidak menjadi pencetus tetapi menirukan kebaikan-kebaikan yang dilakukan orang-orang sebelumnya merupakan salah satu sikap yang baik dan bijaksana. Mari kita tiru pendahulu-pendahulu kita yang baik.

Ketiga, Orang yang meninggalkan kebaikan karena memang dia tercegah dari kebaikan itu. 

Ini adalah kategori orang yang celaka. Bagi orang seperti ini melakukan suatu kebaikan akan terasa sangat sulit. Marilah berusaha menjauhi untuk tidak melakukan kebaikan. Selagi masih ada kesempatan untuk berbuat baik, maka gunakan kesempatan kita untuk melakukan kebaikan. Sehingga kita termasuk orang yang baik dan tidak termasuk dalam kelompok ini.

Keempat, Orang yang meninggalkan kebaikan karena justru menganggap hal tersebut (meninggalkan kebaikan) sebagai sesuatu yang baik (istihsaan). 

Orang semacam ini termasuk manusia terbelakang yang seolah tidak bisa lagi membedakan mana siang dan malam, keburukan dan kebaikan. Maka janganlan menyelepelekan kebaikan sehingga tidak termasuk dalam kelompok keempat ini.

Oleh karena itu, marilah kita berpikir bijak menurut ungkapan bijak empat golongan manusia dalam kebaikan tersebut, untuk memilih di antara yang terbaik dari empat golongan tersebut.


Masuk golongan yang manakah kita?

Baca Juga: Cara Bersikap Dalam Menyikapi Orang Lain

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Empat Golongan Manusia Dalam Kebaikan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel